Samsung SM-G313HZ (Galaxy V) vs Hisense Andromax C

Samsung SM-G313HZ (Galaxy V) vs Hisense Andromax C

Samsung SM-G313HZ (Galaxy V) vs Hisense Andromax C

Samsung SM-G313HZ (Galaxy V) yang baru saya beli ini adalah menggantikan Hisense Andromax C milik saya yang rusak connector’nya.

Pada saat membeli Galaxy V ini sebenarnya tidak sengaja. Awalnya saya hendak membeli Advan dual core layar 5 inch dengan OS Android sama dengan Galaxy V yaitu Kitkat. Tapi karena pelayannya salah buka malah yang dibuka dus bersegel Samsung Galaxy V akhirnya saya tanya “Lho mas koq itu yang dibuka dus Samsung buat siapa?” | Ya ampun maap pak saya keder seharian nglayanin pembeli. Ya udah ini dibatalin salah saya, saya buka lagi yang Advan. Sambil pelayannya menutup dus Samsung, tiba-tiba “Stop!”, ujar saya. “Coba saya lihat Samsung’nya”. Tertarik dengan merk Samsung akhirnya “Ya udah gak apa-apa saya beli yang ini”, ujar saya. Sambil agak bengong pelayannya ucap “Serius nih pak?” | Serius, kalau harganya sama. | Maap gak bisa pak harga pas. Saya buka lagi yang Advan gak apa-apa koq pak. | Hahaha gak usah, saya becanda, yang Samsung saja. Berapa harganya? | Rp. 1.199.000 pak.

Berbanding 300 ribu dengan Advan yang seharga Rp. 899.000 akhirnya saya rogoh kocek lagi. “Sekalian sama screen guard’nya yah”, ujar saya. | Ini hp keluaran baru pak jadi belum ada screen guard’nya yang jual buat hp ini. Sim card’nya juga micro pak jadi harus dipotong. Kedepannya sim card juga akan diproduksi dengan ukuran kecil pak.

Dengan processor single core ini saya agak ragu untuk bisa bermain game Clash Of Clans. Pasalnya di hp saya sebelumnya Hisense Andromax C yang ber’processor dual core saja lemot loadingnya & selalu crash saat sedang bermain game Clash Of Clans. Tapi setelah saya coba di Galaxy V, wow!

Tampaknya processor keluaran Spreadtrum pada Galaxy V ini menunjukkan performa yang lebih handal dibanding keluaran vendor Qualcomm pada Andromax C. Meski dengan single core berkecepatan 1.2 GHz, Dolphin SC7715 ini sanggup melebihi performa dual core Snapdragon 208 berkecepatan 1.1 GHz.

Saat membuka drawer atau menu program launcher pada Andromax C terasa sekali beratnya, bahkan sering harus loading menunggu hanya untuk membuka menu launcher aplikasi, ini sangat tidak nyaman sekali.

Masih banyak fitur menggiurkan yang ditawarkan Galaxy V jauh melebihi Andromax C, selain menu-menu canggih juga termasuk camera 3.15 MP resolusi 2048 x 1536 pixels dengan LED flash & front camera, dibanding Andromax C dengan single camera 2 MP berkualitas buruk tak sebanding dengan 2 MP pada lensa hp lain semisal Nokia. Memang harga Andromax C lebih murah 400 ribu dibanding Galaxy V, namun apakah kelebihan-kelebihannya sanggup membuat anda tertarik untuk sebuah smartphone kategori entry level?

7 thoughts on “Samsung SM-G313HZ (Galaxy V) vs Hisense Andromax C

  1. miftakhul

    wah, bandinginnya yg harga sama dong gan, misal sama zenfone 4.. hehe :p
    n max-c pas dulu ane pake luamyan kok performanya, CoC, dead triger, asphalt 7, RR2 lancar semua, tergantung rom-nya gan 😀

    Reply
  2. radit

    Kalau melihat perbandingan antara max C dg Samsung V yang menurut anda lebih lincah si V. Mungkin itu karena seri Android yang digunakan berbeda. Terlebih kitkat ini memang di-desain untuk berjalan lancar dg spek yang minimum. Berbeda dg max C yang masih Jelly Bean.

    Reply
    1. iwingmusic Post author

      kalo kebanyakan aplikasi lemot juga krn processor gag kuat, tp lumayan lah dibanding si dual-core hisense.

      Reply

Leave a Reply